Bantuan Kasur bagi Para Mualaf Suku Togutil di Halmahera

Mualaf asal suku Togutil penerima bantuan kasur dr donatur BDUPara mualaf asal suku Togutil penerima bantuan kasur dari donatur BDU

Alhamdulillahirobbil’alamiin,  bantuan kasur dari para Donatur Bina Daya Umat (BDU) Indonesia  telah diterima oleh mualaf asal suku Togutil di Halmahera pada tanggal 10 Agustus 2017. Bantuan ini merupakan salah satu program Yayasan BDU Indonesia dalam pembinaan mualaf.

Sebelumnya pada bulan April 2017 hidayah Allah kembali menghampiri 15 warga Suku Togutil pedalaman Hutan Halmahera Timur. Mereka mengucapkan kalimat syahadat dibimbing oleh Ustadz Ahmad Yaman dari  Asian Muslim Charity Foundation (AMCF) Indonesia dan saat ini dibimbing oleh Ustadz Supri.

Mengingat kehidupan mereka yang serba kekurangan baik sandang, pangan, maupun papan, Yayasan BDU Indonesia berusaha terus dapat menyalurkan sumbangan yang diterima dari para donatur, salah satunya penyediaan kasur bagi para mualaf  tersebut. Bantuan ini khusus diberikan kepada para mualaf yang sedang mengikuti program pembinaan dan hijrah ke Ternate. Di Ternate  sebagian dari para mualaf tersebut ditampung di rumah yang disewa oleh dinas sosial, sebagian lagi di rumah singgah Yayasan Hidayatullah dan di mahad AMCF. AMCF bersama dengan saudara seperjuangan dari Hidayatullah dan Gerakan Muslim Pedalaman (GMP) melakukan pembinaan pada para mualaf tentang Islam, kebersihan, tata cara berpakaian muslim dan muslimah, tata cara wudhu dan sholat, dsb. Semoga setelah para mualaf asal suku Togutil tersebut menemukan dan menerapkan Islam dalam kehidupan baru mereka, kehidupan mereka menjadi lebih baik baik secara sosial maupun spiritual.

 

Terima Kasih kepada pada Donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk saudara suadara Muallaf kita dari Suku Togutil. Semoga apasaja dari sebagian harta yang dikeluarkan diterima oleh Allah SWT. serta menjadi asbab keberkahan untuk harta, rumah tangga, diri kita dan keluarga. Aamiin yaa robbal ‘aalamiin..

————————————————————————————————-

Sekilas tentang Suku Togutil di Halmahera Maluku Utara 

http://4.bp.blogspot.com/-2p7gCqVJ3pg/UALAbk4phXI/AAAAAAAAAmg/VSnyfICWdXM/s400/

Suku Togutil (atau dikenal juga sebagai Suku Tobelo Dalam) adalah kelompok/komunitas etnis yang hidup di hutan-hutan secara nomaden di sekitar hutan Totodoku, Tukur-Tukur, Lolobata, Kobekulo dan Buli yang termasuk dalam Taman Nasional Aketajawe-Lolobata, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Yang perlu diingat, Orang Togutil sendiri tak ingin disebut “Togutil” karena Togutil bermakna konotatif yang artinya “terbelakang”.

Kehidupan mereka masih sangat tergantung pada keberadaan hutan-hutan asli. Mereka bermukim secara berkelompok di sekitar sungai. Komunitas Togutil yang bermukim di sekitar Sungai Dodaga sekitar 42 rumah tangga. Rumah-rumah mereka terbuat dari kayu, bambu dan beratap daun palem sejenis Livistonia sp. Umumnya rumah mereka tidak berdinding dan berlantai papan panggung.

Suku Togutil yang dikategorikan suku terasing tinggal di pedalaman Halmahera bagian utara dan tengah, menggunakan bahasa Tobelo sama dengan bahasa yang dipergunakan penduduk pesisir, orang Tobelo.

Orang Togutil penghuni hutan yang dikategorikan sebagai masyarakat terasing, sementara orang Tobelo penghuni pesisir yang relatif maju. Selain itu fisik orang Togutil, khususnya roman muka dan warna kulit, menunjukkan ciri-ciri Melayu yang lebih kuat daripada orang Tobelo.

Ada cerita, orang Togutil itu sebenarnya penduduk pesisir yang lari ke hutan karena menghindari pajak. Pada 1915 Pemerintah Belanda memang pernah mengupayakan untuk memukimkan mereka di Desa Kusuri dan Tobelamo. Karena tidak mau membayar pajak, mereka kembali masuk hutan dan upaya itu mengalami kegagalan. Dari sini lah rupanya beredar cerita semacam itu. Namun cerita ini rupanya tidak benar.

Kehidupan Suku Togutil

Kehidupan Orang Togutil sesungguhnya amat bersahaja. Mereka hidup dari memukul sagu, berburu babi dan rusa, mencari ikan di sungai-sungai, di samping berkebun. Mereka juga mengumpulkan telur megapoda, damar, dan tanduk rusa untuk dijual kepada orang-orang di pesisir. Kebun-kebun mereka ditanami dengan pisang, ketela, ubi jalar, pepaya dan tebu.

Namun karena mereka suka berpindah-pindah, dapat diduga kalau kebun-kebun itu tidak diusahakan secara intesif. Dengan begitu, sebagaimana lazimnya di daerah-daerah yang memiliki suku primitif, hutan di daerah ini tidak memperlihatkan adanya gangguan yang berarti.

Mualaf asal Suku Togutil

Menurut Ustadz Nurhadi, seorang Da’i dari Hidayatullah yang konsern dalam pembinaan mualaf asal suku Togutil di Halmahera, tidak sedikit  diantara mereka datang sendiri ke Ternate bahkan  ada yang minta dijemput.

“Mereka menyatakan siap masuk Islam dan siap dibina setelah melihat kehidupan saudara mereka yang telah memeluk Islam menjadi jauh lebih baik dan beradab,” ujar Nurhadi.

Padahal, perjalanan mereka ke Ternate perlu pengorbanan dan biaya yang tidak sedikit. Mereka perlu berjalan kaki, naik kapal kayu satu malam dilanjutkan perjalanan darat dengan mobil lintas selama 6 jam.

“Mereka semua datang ke Ternate hanya mengenakan baju di badan. Di hutan tak sedikit diantara mereka ada yang masih bertelajang termasuk laki-laki dan perempuannya.”

Bahasa mereka masih dominan dengan bahasa suku Tobelo dalam. Walaupun sudah ada yang bisa berbahasa Indonesia,  sebagian meraka tidak mengerti berkomunisi dengan bahasa Indonesia.

Nurhadi mengakui, untuk pembinaan pihaknya masih mengutamakan pendidikan agama, utamanya pendidikan anak-anak. Apalagi, sebagian besar penduduknya ternyata masih belum mengenal agama. Sebelum ini,  Suku Togutil  hanya menyembah arwah para leluhur.

“Kita butuh bantuan untuk untuk penguatan Islam pada diri mereka. Termasuk kebutuhan pakaian atau logistik mereka sementara di Ternate,” ujar Nurhadi.

Baca: Setelah Bersyahadat, Ratusan Anak Suku Wana Dikhitan Massal Gratis

Togutil adalah suku yang hidup di pedalaman hutan Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara dan hidup secara nomaden. Togutil sendiri dalam bahasa Halmahera pongana mo nyawaatau memiliki arti “suku yang hidup di hutan”.

Sebelum ini, pada bulan Maret 2017, sekitar 10 warga Suku Togutil lebih dahulu memeluk Islam dengan prosesi yang dilakukan ole Imam Masjid Al Munawar, Ternate, Halmahera.

Setelah mendapatkan pembinaan, Nurhadi berharap mereka bisa kembali ke daerah asalnya dan  bisa mengajak keluarga lain dari orang suku di hutan yang jumlahnya ratusan bisa memeluk Islam.

 

 

Berapapun donasi Anda akan sangat membantu pembinaan ke-Islaman Muallaf Suku Togutil.

Donasi Anda dapat melalui :

Bank Syariah Mandiri

No Rek. 711 07 15859

a.n. Yayasan Bina Daya Umat Indonesia

Konfirmasi Donasi :
WA/SMS 0812 111 5502
Telp. 021 7805528
Email : csr.bdu@gmail.com

 

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>